Perjanjian Pemegang Saham Untuk Menghindari Sengketa Antar Partner Bisnis


pt kosong

 

Pengertian Perjanjian Pemegang Saham

Perjanjian Pemegang Saham adalah Perjanjian yang dibuat oleh para pihak / para partner bisnis yang ingin mendirikan suatu usaha yang mengatur hak dan kewajiban para pembuatnya.

Dengan telah dibuatnya perjanjian semacam ini, para pihak telah memiliki pengaturan secara terperinci atas masing-masing tanggung jawab karena format akta pendirian tidak mengatur secara terperinci. (Lihat draft akta pendirian disini)

Karena sebagai suatu perjanjian maka keabsahan pembuatannya harus memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1320 KUHPer yang telah kami jelaskan disini.

Perjanjian Pemegang Saham juga dapat menjadi rujukan para partner bisnis, apabila terjadi kesalahpahaman diantara mereka dan bagaimana cara penyelesaian diantara mereka.

Perjanjian Pemegang Saham Sebagai Akta Nikah Pebisnis

Kami kerap menganalogikan keberadaan Perjanjian Pemegang Saham sebagai Akta Nikah, karena sebagai "pengikat" apa yang harus dilakukan, boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh para pembuatnya. Terlebih lagi "ikatan" tersebut melalui perjanjian ini dilakukan secara tertulis, tidak hanya janji-janji di awal saja, dan susah dalam pembuktian.

Menjalankan suatu bisnis yang melibatkan lebih dari 2 (orang) yang dijalankan secara serius ibarat melangsungkan pernikahan, dan apabila menjalankan bisnis  masih belum serius (yang satu total bekerja, yang satu setengah-setengah) diibaratkan masih pacaran.

Sewaktu-waktu bisa putus, apabila ada tawaran yang lebih bagus, pasangan bisa ditinggalkan. Apabila pacaran, cocok dan kemudian bisa lanjut ke pernikahan. (analogi yang aneh)

Lanjut, sebelum melangsungkan pernikahan, para pasangan kerap membicarakan hak dan kewajiban masing-masing, misalkan siapa yang bekerja siapa yang urus anak, mau punya anak berapa, mau beli rumah tipe berapa, pilihan mobil sport atau SUV, preferensi family vacation dan lain-lain.

Sama seperti menjalankan bisnis, para partner bisnis sepakat bahwa dalam bisnisnya, siapa yang akan lebih banyak bekerja, mau punya melebarkan usaha ke bidang apa, pilihan investasi retained earning dimana saja, memilih berkantor di ruko atau di gedung, outing ke luar negeri atau dalam negeri. (mulai masuk akal)

Dalam analogi pernikahan, atas pilihan-pilihan itu "untungnya" tidak dituangkan dalam Akta Nikah (hehehe), apalagi ketika masa PDKT, isinya gombal semua (hehehehe) tetapi dalam analogi menjalankan bisnis, pengaturan semacam ini bisa dituangkan dalam Perjanjian Pemegang Saham sebelum membuat Akta Pendirian. (cocok)

Apa Saja Syarat Sah Membuat Perjanjian? Baca Disini

Cara Membuat Perjanjian Pemegang Saham

1. Perjanjian Pemegang Saham adalah suatu perjanjian. Penuhi syarat sahnya suatu Perjanjian.

2. Dibuat oleh 2 orang atau lebih

Karena suatu bisnis (PT, CV atau yang lain), harus didirikan oleh minimal 2 (dua) orang. Biasanya Perjanjian Pemegang Saham dibuat oleh calon pendiri / calon pemegang saham. Akan tetapi hal tersebut tidak wajib, bisa saja dalam Perjanjian Pemegang Saham bisa mencantumkan pihak lain diluar partner bisnis (calon pendiri bisnis).

Contoh akan didirikan suatu bisnis oleh A (kepemilikan 50%) dan B (kepemilikan 50%). Akan dibuat suatu Perjanjian Pemegang Saham. Bisa saja apabila dikehendaki oleh A dan B, Perjanjian Pemegang Saham turut di tandatangani oleh C yang akan ditunjuk sebagai calon Direktur atau D yang akan ditunjuk sebagai calon komisaris. Atau variasi-variasi yang lain.

3. Bisa dibuat bawah tangan atau notaril

Perjanjian Pemegang Saham pada dasarnya adalah kerahasiaan, bisa dibuat bawah tangan (selembar kertas yang ditandatangani oleh para pihak) atau dibuat secara notaril di hadapan Notaris.

4. Mengatur hak dan kewajiban para pihak. Akan dijelaskan lebih lengkap di bawah ini.

5. Dibuat sebelum membuat Akta Pendirian

[Diskon 1 Juta]  Buat PT di Sindikat  BUAT PT SEKARANG

Apa Saja Yang Diatur Dalam Perjanjian Pemegang Saham

Sebagai suatu perjanjian, para pembuatnya bebas mengatur apa saja asal tidak bertentangan dengan undang-undang, kesusilaan dan ketertiban umum. Tapi akan kami jelaskan apa saja yang biasanya diatur dalam Perjanjian Pemegang Saham.

1. Pemilihan jenis badan usaha / badan hukum yang akan digunakan sebagai wadah bisnis

2. Pemilihan nama bisnis

3. Bidang usaha yang akan dijalankan

4. Jumlah modal yang dimasukkan oleh masing-masing pihak

Berapakah modal yang disetor dalam bentuk tunai. Atau misalnya berapakah kontribusi modal atas pinjaman rumah sebagai tempat usaha, berapakah kompensasi penghitungan pinjaman tempat usaha tersebut, apakah diberikan secara gratis/hibah atau dianggap sebagai beban sewa (dengan atau tanpa diskon), berapakah nilainya?. Hal semacam ini dapat ditetapkan dalam Perjanjian Pemegang Saham.

 5. Kepengurusan

Siapakah yang menjadi Direktur dan Komisaris atau mau menunjuk orang lain. Siapakah yang mengurusi keuangan perusahaan. termasuk menentukan berapa banyak jumlah pengurus dari masing-masing pihak.

6. Penjualan/pengalihan saham

Bisa diatur boleh atau tidak larangan mengalihkan/menjual saham. Bisa saja sewaktu-waktu salah satu pihak menjual sahamnya kepada orang lain, sehingga mengakibatkan soliditas bisnis menjadi berkurang.

7. Kebijakan deviden

Atas keuntungan yang dihasilkan pada akhir tahun, bagaimanakah kebijakan devidennya. Apakah mau diambil semua, atau diambil 80%, sedangkan 20% sisanya akan digunakan untuk pengembangan usaha. Bagaimana apabila retained earning, mau diambil sewaktu-waktu oleh salah satu pemegang saham, apakah diperbolehkan atau tidak.

8. Kebijaksanaan Keuangan

Bisa saja ditentukan siapakah yang berhak tanda tangan rekening bank dan melakukan perhitungan laporan keuangan. Atau bisa berupa preferensi terhadap pendanaan usaha, bisa ditetapkan sequence pertama penyediaan dari arus kas, kedua dengan peminjaman eksternal (bank/lembaga keuangan lainnya) dan ketiga dengan pinjaman pemegang saham.

9. Rencana di masa depan

Apabila bisnis berkembang, dapat di tetapkan bagaimana pilihan preferensi investasi, melakukan IPO atau mau exit strategy di masa mendatang. Pilihan mendirikan bisnis dengan bidang yang baru dan lain-lain.

 

Semoga bermanfaat. Apabila ada pertanyaan silahkan bertanya pada kolom komentar.

Penting

Silahkan mengcopy atau mengambil bagian dari tulisan ini dengan menyertakan link dan memberikan kredit

  • By admin123
  • 6 June 2015
  • pt,cv,yayasan,saham,pengurus,investasi

Comments

blog comments powered by Disqus

Bisnis Anda

 

Kesulitan urusan legal perusahaan

 

HALO Sindikat

021-5890 5002 ext 109

Perlu Bantuan ? Jam 09.00 – 17.00 WIB
Cek Zonasi
Usaha